![]() |
| Sumber ; google image |
Pak Pong merupakan salah satu pedagang
sate klatak di Imogiri Timur. Pria bernama asli Dzakiron ini sudah terkenal
karena usaha satenya. Nama Pak Pong sendiri berasal dari sapaan masa kecil
Dzakiron. Bahkan, usaha sate Pak Pong bisa melayani ratusan pembeli per
harinya.
Suksesnya usaha sate Pak Pong tidak didapat secara
instan begitu saja. Banyak rintangan yang telah ia lalui. Terlebih,
awalnya Pak Pong hanyalah seorang pelayan di warung sate milik kakeknya,
Jupairi. Sejak masih duduk di bangku Sekolah, Pak Pong memang kerap membantu
kakeknya yang sudah berjualan sate klatak sejak tahun 1960 an. Bermodal
pengalaman tersebut, Pak Pong berkeinginan untuk meneruskan usaha kakeknya.
Pak Navik, General Manager Rumah Makan
Sate Pak Pong, mengatakan bahwa dulu nya Pak Pong hanya menjadi pelayan dan
bantu – bantu di usaha sate kakek nya yang bernama Jupairi.
Yang membuat sate Pak Pong berbeda
dari yang lain adalah cara pembuatan sate nya yaitu ditusuk menggunakan jeruji
sepeda motor dengan alasan agar matang lebih merata dan lebih empuk. Metode tersebut
sudah diterapkan dari dulu oleh kakek nya dan ia hanya meneruskan.
![]() |
| Sumber ; google image |
Di awal tahun 2000 an, Pak Pong
mencoba memberanikan diri untuk membuka usaha warung sate, namun keinginan itu
terpaksa tidak bisa terlaksana karena belum memadai dalam modal dan alat pendukung. Setelah ia
berusaha terus menerus dengan mengumpulkan modal, hingga akhirnya ia mampu membuka warung sate
pada tahun 2007.
Pada tahun itu, ia telah mendapatkan
semua. Modal, racikan bumbu, hingga pengetahuan tata kelola warung sate.
Tidak berapa lama warung sate Pak Pong
buka, warung nya terus mengalami perkembangan hingga sampai sekarang.
Karena populernya sate Klathak Pak Pong ini membuat orang - orang dari luar daerah tertarik serta penasaran dan datang untuk mencicipi sate klathak. Bahkan pejabat dan beberapa artis pernah datang hanya untuk mencoba sate klathak karena penasaran.
Kini usaha sate Pak Pong sudah memiliki dua warung. Warung Pertama, di jalur utama Jalan Imogiri Timur Km 10, Bantul, DI Yogyakarta. Dan yang kedua, rumah Makan Sate Pak Pong di dekat Stadion Sultan Agung Jejeran. Keduanya terletak tidak berjauhan, hanya kurang lebih 500 meter. Dengan dua warung tersebut, Pak Pong mempekerjakan puluhan karyawan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar